Kalau Dian Sastro, Mau Dong!

Belum lama ini saya menerima satu email updates menarik dari Cosa Aranda. Menarik karena judulnya menjanjikan harapan yang baik, yaitu bagaimana membuat blog yang bisa meraih penghasilan tanpa harus bersusah-payah belajar SEO. Tadinya saya pikir Mas Cosa mau membeberkan sebuah jurus sakti di dunia perblogan, yang bisa dipraktekkan oleh siapa saja termasuk newbie tentunya, tetapi ternyata dugaan saya meleset. Seperti iming-iming iklan kartu kredit yang bisa kita baca di baliho dipinggir jalan, janji itu diikat dengan syarat dan ketentuan, yaitu harus jadi seleb terlebih dahulu. Ember! Sama juga boong!
Read more
Televisi Kita
Bila ada yang mengatakan bahwa ibu yang paling bertanggung pada jaman sekarang ini adalah televisi, mungkin ada yang bingung. Lho, kok bisa? Begitu barangkali respons yang akan diberikan.
Sesungguhnya tidak perlu bingung apalagi kaget. Coba perhatikan, dalam 24 jam sehari siapakah yang lebih setia menemani anak-anak di rumah? Kalau mau jujur, pasti kebanyakan sepakat dengan jawaban yang sama: televisi. Ini fenomena yang tidak mungkin dibantah. Kenyataan membuktikan, banyak anak-anak yang langsung nongkrong di depan televisi begitu mereka membuka mata di pagi hari, terus dilanjutkan dengan sarapan sambil nonton televisi. Dapat dipastikan acara itu akan berlanjut terus setelah sang ibu pergi bekerja di luar rumah. Bagi anak-anak yang sudah sekolah, dapat dijamin kalau mereka pasti sangat hafal dengan acara televisi kesayangan mereka.
Apakah Kita Lebih Nistha Dibanding Babi Peliharaan Di Bali?
Oleh Koko Widayatmoko*

Ada kecerdikan saudara-saudara kita di Bali, yang menahan babi-babi peliharaannya di dalam halaman rumah meski hanya dipagar dengan tiang-tiang bambu pendek yang di tanamkan tegak dan jarang-jarang saja jaraknya, agar murah. Tetapi toh babi-babinya tidak bisa keluar pagar yang murah itu, karena si babi, yang hanya bisa berjalan lurus, diberi kalung kayu segitiga atau kayu melintang yang sudah tentu diukir bagus (dalam bahasa Bali namanya: plangka), dan kalung kayu yang panjangnya lebih dari jarak antara tiang-tiang pagar itulah yang menahan babi-babi peliharaan itu tidak dapat keluar pagar.
Saya juga teringat penjara di pulau Alcatras, Amerika, yang dibuat dengan pengamanan yang begitu canggih dan menurut perhitungan manusia, tidak akan ada tahanan yang bisa melarikan diri, toh sudah tercatat dalam sejarah, ada dua orang yang bisa lolos.
Tentang Berpikir Positif
Pada saat merasa jenuh, tak ada sesuatu yang tampak menarik untuk dilakukan. Hal ini terkadang terjadi pada diri saya. Untungnya saya punya kegemaran membaca, sehingga bila kejenuhan pas datang bertandang, saya bisa “melarikan diri” pada bacaan.
Minggu sore, pulang dari melakukan donor darah, badan terasa sedikit agak kendor dan rupanya pikiran pun kena imbas. Entahlah, apakah ini kejenuhan atau kelelahan. Apa pun itu yang jelas saya jadi malas untuk melakukan kegiatan. Beberapa menit berlalu sejak komputer saya nyalakan, namun jemari saya seperti terpaku di atas keyboard.
Berbuat Baik
Berbuat baik itu kriterianya apa ya? Demikian seorang teman pernah mengajukan pertanyaan saat kami makan siang. Waktu itu kami sedang ngobrol tentang tiga kebaikan yaitu berpikir baik, berkata baik dan berbuat baik. Rupanya rangkaian dua kata itu tak lebih dari sekadar slogan baginya, sehingga saya mendapat kesan ia sama sekali tidak memiliki pemahaman tentang hal itu, entah karena berbuat baik itu baginya tidak wajib untuk dilakukan atau karena alasan lainnya.


