Transcendental Meditation For Employees
Transcendental meditation was a movement founded in 1957 by a man of India, Maharishi Mahesh Yogi. Today, it has over 6 million followers and some of them include Hollywood celebrities and singers.
What makes this form of meditation different from the others is the fact that you don’t just learn everything there by reading a book but by learning from a transcendental meditation expert.
The ultimate goal of Transcendental Meditation is to make each member achieve pure consciousness. By doing so, the individual will be able to find peace with him or herself and also with the rest of the world.
The practice of Transcendental Meditation takes about 15 minutes each day. In order to be part of this organization, Maharishi Mahesh Yogi created a seven step process which everyone must go through that also includes two lectures, a personal interview with a trained instructor and four days of practice.
Meditasi Cahaya
Secara sederhana meditasi dapat dimaknai sebagai periode istirahat yang kita berikan pada pikiran. Ada pakar meditasi yang menyebutnya sebagai no mind, sebab objek-objek duniawi sedang dijauhkan dari pikiran. Pada saat ini, sebagaimana dapat dibaca pada artikel meditasi yang saya tulis sebelumnya, frekuensi gelombang otak otomatis turun. Maka terciptalah keheningan yang memberi ruang bagi relaksasi. Kondisi inilah yang berperan memberi ketenangan dan kenyamanan sehingga stress pun terhalau.
Walaupun saya pernah mencicipi beberapa teknik meditasi, sampai saat ini ada satu teknik yang saya anggap powerful yang terus saya praktekkan secara rutin setiap hari. Teknik sederhana ini, Teknik Meditasi Cahaya, telah memberi manfaat yang sangat berarti kepada saya, baik untuk kesehatan fisik , mental maupun emosi. Bila teknik ini dilakukan dengan disiplin yang tinggi, hanya dalam kurun waktu tiga bulan Anda akan dibuat takjub oleh perubahan yang terjadi dalam hidup Anda.
Manfaat Buah Pepaya
Buah pepaya tentu sudah tidak asing lagi bagi kita yang hidup di Indonesia. Di pasar di mana pun biasanya kita bisa membeli buah ini dengan mudah dengan harga yang relatif murah. Walaupun harganya murah namun buah ini kaya manfaat.
Dari hasil penelitian terbukti bahwa kandungan vitamin C pada buah pepaya lebih tinggi dibandingkan dengan buah jeruk. Selain kandungan kalium dan magnesiumnya yang tinggi, buah ini juga kaya akan beta karoten dan flavonoid yang berfungsi sebagai anti oksidan alias anti kanker. Sedangkan enzim papain pada buah ini berfungsi sebagai pemecah serat makanan sisa, sehingga memudahkan kita untuk buang air besar. Bila dikonsumsi secara rutin, buah pepaya segar dikabarkan dapat mengobati luka lambung dan mengurangi panas tubuh pada saat mengalami demam.
Nah, tunggu apa lagi? Mari kita mulai rajin makan buah pepaya segar, supaya kita jadi semakin sehat.:-)
Pengalaman Saya Dengan Meditasi
Mengetahui kondisi kesehatan saya yang sedemikian rupa, atasan saya memperkirakan saya mengidap psikosomatis. Itu lho, gangguan psikis yang menggejala ke badan. Duh, kok bisa ya orang kecil kena penyakit mentereng begitu?
Akhirnya saya diundang bergabung ke pedepokannya. Kebetulan adik kandungnya, seorang dokter merangkap paranormal, adalah guru Kung Fu. Sebenarnya saya tidak tertarik belajar Kun Fu karena saya tidak suka kekerasan. Namun saya mau bergabung karena di sana ada latihan meditasinya.
Itulah awal perkenalan saya dengan meditasi yang memang saya rasakan manfaatnya bagi kesehatan. Seiring berjalannya waktu saya juga berkenalan dengan teknik-teknik meditasi yang lain.
Pertanyaannya: kenapa meditasi bisa menyembuhkan?
Menurut Grand Master Reiki Tummo, Irmansyah Effendi, M.Sc., pada saat kita melakukan meditasi frekuensi gelombang otak kita turun, paling tidak dari beta ke alpha. Pada saat ini, kelenjar pineal yang ada di tengah kepala kita memproduksi hormon endorpin dan melatonin yang kemudian disebar ke seluruh organ tubuh. Menyebarnya hormon-hormon tersebut memberikan efek menyegarkan dan menyembuhkan di samping berfungsi sebagai anti aging dan anti oksidan. Itulah sebabnya mengapa praktisi meditasi tampak selalu segar dan awet muda.
Nah, bagi yang ingin awet muda, daripada membeli produk anti aging dengan harga mahal kenapa tidak berlatih meditasi saja? Cuma butuh sekitar 15 menit setiap hari lho.
Vegetarian
Orang menjadi vegetarian awalnya adalah karena memenuhi panggilan ajaran agama (Hindu dan Buddha) untuk tidak melakukan kekerasan atau tidak menyakiti makhluk lain (ahimsa). Namun seiring perjalanan waktu, penelitian membuktikan bahwa berpantang makan daging ternyata mendatangkan kebaikan bagi tubuh.
Tidak mengherankan kalau belakangan rumah makan atau resto vegetarian bermunculan di mana-mana. Yang banyak dijadikan alasan bagi mereka yang mulai jadi penganut vegetarian (walaupun tidak ketat) adalah faktor kesehatan. Dengan berpantang makan daging banyak yang menemukan dirinya jadi semakin sehat, tidak gampang marah dan bahkan jadi awet muda.
Kenyataan seperti itu tentu saja sejalan dengan teori bahwa manusia secara alami adalah vegetarian. Manusia adalah pemakan daun-daunan dan pemakan rumput, bukan pemakan daging. Binatang-binatang pemakan daging seperti singa, srigala dan lain-lain memiliki gigi yang tajam dan cakar untuk memungkinkan mereka memotong dan mengoyak daging. Di samping itu mereka memiliki usus yang pendek, tetapi alam memberi manusia gigi tumpul -yang cocok untuk buah-buahan, biji-bijian dan sayur-sayuran- dan usus panjang dengan banyak lekukan yang memungkinkan terjadinya pengendapan sisa-sisa makanan yang mudah membusuk.
Itulah sebabnya kenapa mereka yang makan daging atau tidak vegetarian umumnya menjadi korban penyakit seperti tekanan darah tinggi, kolesterol, gangguan ginjal, kanker dan gangguan pencernaan. Tidak hanya itu, kuman-kuman yang melekat pada binatang yang dibunuh ditelan oleh pemakan daging dan tentu saja berakibat kuman itu menjangkiti si pemakan daging. TBC adalah penyakit yang paling umum di antara binatang, khususnya ternak.
Tentu saja Anda tidak harus percaya pada teori di atas. Yang paling baik adalah membuktikan sendiri apakah betul seperti itu.


