Pameran Buku
Hari ini, Minggu 5 Juli 2009, adalah hari terakhir pameran buku di Istora Senayan. Untuk kedua kalinya event yang sangat dinanti-nantikan oleh para peminat buku ini saya lewatkan lagi, padahal tempatnya tidak begitu jauh dari tempat tinggal saya.
Apa pasal? Jawaban sekenanya yang saya pakai merespons pertanyaan teman-teman sesama penggemar buku adalah: malas!
Malas? Ya, memang malas. Tapi bukan sekadar malas. Maksud saya tentu ada alasan di baliknya yang membuat saya seperti itu. Bayangkan saja, seorang kutu buku tiba-tiba malas berkujung ke pameran buku. Aneh kan?
Lebih aneh lagi saya kok tidak segera bisa menemukan alasan yang sebenarnya. Sepertinya saya telah bertindak atas perintah alam bawah sadar. Mungkin juga. Setelah saya ingat-ingat kembali, rupanya saya pernah kecewa sepulang dari berkunjung ke pameran buku di tempat yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.
Saya ingat, saya tidak menemukan satu buku pun yang ingin saya beli waktu itu. Saya jadi bertanya dalam hati: apakah buku-buku yang baru terbit sengaja tidak dijual di pameran? Apakah pameran buku merupakan ajang penjualan diskon belaka? Pasti tidak, sebab saya masih melihat ada buku-buku yang dijual dengan harga yang tidak mendapatkan potongan.
Saya pulang dengan perasaan capek setelah mengelilingi arena pameran buku beberapa kali. Sedihnya lagi, arena pameran dipenuhi aroma asap rokok yang membuat saya sangat tidak nyaman.
Akhirnya, meskipun pameran buku masih berlangsung, saya memilih pergi ke toko buku langganan saya, karena di situ saya selalu menemukan buku-buku baru yang ingin saya beli.
Related Posts:
Comments
Leave a Reply


